Ribuan Suporter ajak masyarakat Demo PSSI

Laga Bola – Ribuan suporter sepakbola Indonesia hari ini berhasil menyegel dan menutup kantor PSSI. Untuk memberi tekanan makin besar buat PSSI, masyarakat diajak untuk bergabung ke Senayan.

“Kami sangat ingin masyarakat yang tidak tergabung dengan komunitas suporter untuk ikut bergabung dengan gerakan ini,” ujar korlap gerakan Revolusi Merah Putih, Zen RS.

“Sepakbola Indonesia dan PSSI adalah simbol bagaimana korupsi dan koruptor selalu punya cara untuk kembali mendapatkan posisinya. Menolak Nurdin kembali memimpin PSSI adalah langkah simbolik untuk mengatakan bahwa kita tak sudi dipimpin koruptor.”

Diterangkan Zen, aksi hari ini tidak cuma diikuti oleh kelompok-kelompok suporter tapi juga ada elemen masyarakat yang lain, seperti ICW, Kontras, beberapa organ gerakan Mahasiswa, termasuk alumnus gerakan 98.

“Aksi ini harus diperluas sehingga elemen masyarakat lain akan lebih banyak yang bergabung. Diharapkan, semuanya akan jadi bola salju yang memuncak pada kongres PSSI bulan depan. Jika kian besar dan massif gerakan ini, PSSI dan para pemilik suara di kongres akan mendapatkan sinyal jelas bahwa mereka akan berhadapan dengan massa dan masyarakat di dalam kongres. Bukan tak mungkin kongres bisa diambil alih oleh warga dan rakyat,” tuturnya.

Tim Verifikasi Seperti Orang Mati

Laga Bola – Berbagai elemen pecinta sepakbola Indonesia tengah melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Mereka menuntuk Ketua Umum Nurdin Halid meletakkan jabatannya dan revolusi PSSI.

Bersamaan dengan aksi teersebut, terlihat lima orang mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo Beragama membentangkan spanduk putih berukuran 2×1 meter. Spanduk tersebut bertuliskan “Tim Verifikasi = Kumpulan Orang Mati”. Kelima mahasiawa tersebut adalah Lutfi, Dedi, Ilham, Ricky, dan Gery.

“Yang kami perjuangkan bukan turunkan Nurdin Halid, tapi kenapa dia lolos verifikasi? Dia kan mantan napi,” ujar Lutfi, sambil sibuk menanamkan tiang spanduk ke tanah, Rabu (23/2/2011).

“Kalau teriakan Nurdin turun kan sudah dari dulu,” lanjut pria yang mengenakan kaus merah dan topi hitam.

Sudah Saatnya Sporter Bergerak

Laga Bola – Kontroversi PSSI yang cuma meloloskan dua figur yang dinilai status quo, Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie, untuk bursa ketua umum baru, menyulut kekecewaan besar dari suporter Indonesia.

Saat ini beredar banyak informasi di dunia maya bahwa akan ada gelombang demonstrasi untuk PSSI, termasuk pada Senin (21/2/2011) sore ini di kantor PSSI di Senayan, Jakarta.

Kemarin, sekitar 30-an suporter mengawali demonstrasi di Bundaran HI, yang mengecam arogansi dan kecurangan PSSI menjelang kongres bulan depan.

“Aksi suporter jangan cuma dilakukan secara sendiri-sendiri. Ini saatnya suporter harus bersatu, mengesampingkan rivalitas dan perbedaan mereka. Suporter harus bersatu untuk menurunkan Nurdin Halid,” ujar Syamsul Bahrim Usman, mahasiswa Teknik Kelautan Institut Teknologi Surabaya, yang merupakan salah satu admin gerakan Sejuta Facebooker Tuntut Nurdin Halid Mundur, yang berharap suporter siap melakukan aksi besar-besaran untuk merevolusi PSSI.

“Suporter harus melakukan aksi nyata, aksi kongret. Jangan cuma ngomongi di internet, di twitter. Mari kita tunjukkan bahwa suporter bisa melakukan perubahan pada PSSI. Asalkan tetap jangan anarkis. Kalau sampai anarkis, Nurdin pasti akan ketawa-tawa,” cetus Ronaldikin, tokoh suporter yang ikut dalam demo di Bundaran HI kemarin.

Di Solo, hari ini sampai besok digelar sarasehan suporter se-Jawa, yang diikuti sedikitnya 25 kelompok suporter.

“Kita betul-betul prihatin dengan suasana sepakbola yang tak kunjung selesai ini. Terlalu banyak polemik. Kemarin ada pengebirian beberapa calon ketua umu, dan tim verifikasi tidak fair play,” tutur Richard Achmad, sekretaris umum The Jakmania kepada detiksport melalui sambungan telepon dari lokasi sarasehan.

“Kita akan membuat deklarasi untuk perubahan. Kami berharap akan ada gerakan nyata dalam minggu-minggu ini,” tandasnya.

Pelatih Persema Malang Timo Schneunemann ikut mendukung aksi suporter. Lewat twitter-nya di @coachtimo ia menulis, “Dukung Gerakan Kaos Merah jika Anda cintai sepakbola dan ingin perubahan total di PSSI, merahkan Senayan mulai esok” COME ON INDONESIA!!!!

Pengamat politik Komaruddin Hidayat juga turut menyampaikan kekecewaannya usai pengumuman hasil verifikasi calon ketua umum. “PSSI yg tersisa sbg pemersatu dan hiburan rakyat pun ternyata jg terbelit mafia. Pengab pengab pengab !!!” demikian dalam @komar_hidayat.

Rektor Universitas Islam Nasional (UIN) itu juga membuat pernyataan lain seputar PSSI hari ini. “Jgn memberhalakan FIFA, PSSI itu milik rakyat dan bangsa Indonesia, dihidupi oleh APBN, bukan uang FIFA”; “Ttg PSSI. Makanya, kalau memilih pemimpin di level apapun dan manapun jgn sembarangan. Salah pilih, rakyat sendiri yg dirugikan.”