1. Citizan Kane (1941).

Film terbaik no. 1 sepanjang masa versi “AFI 100” (American Film Institute), TIME, dan kritikus Roger Ebert.

Inilah film yang dianggap paling revolusioner dalam sejarah film dunia.

”Citizen Kane” disutradarai sekaligus diperankan oleh anak muda genius bernama Orson Wells, yang baru berumur 25 tahun (dan belum pernah membuat film sebelumnya).

”Kane” menceritakan perjalanan hidup seorang konglomerat media super kaya, Charles Foster Kane. Hidup di Xanadu, istana raksasa di puncak bukit yang lebih megah dan mewah dari istana raja-raja sekalipun (lengkap dengan kebun binatang berisi gajah dan akuarium berisi gurita), tapi sesuatu serasa hilang dalam hidupnya.

Waktu kecil dia hidup miskin, tapi ia menikmati hidupnya. Apalagi saat musim salju ia bisa bermain dengan papan seluncur kesayangannya. Saat dewasa ia berjuang di industri media, dan sukses besar, bahkan ia mulai mempunyai kekuatan politik.

Tapi ada sesuatu yang sepertinya tidak pernah dan tidak akan pernah ia dapatkan, kebahagiaan sejati. Semakin ia berlari mengejarnya, semakin jauh dia darinya. Ini tidak hanya misteri besar Citizen Kane, tapi misteri hidup kita semua umat manusia.

Film ini diceritakan secara flashback, dan di awal film, Kane yang sekarat di istananya membisikkan sebuah kata dengan lirih, ”Rosebud”. Inilah kunci misteri film ini, sesuatu yang hilang dari hidup seseorang yang memiliki segala-galanya.

(Citizen Kane seperti musik klasik. Semua orang mengakuinya sebagai mahakarya, tapi tidak semua orang perlu menyukainya atau memahaminya).

2. Shawshank Redemption (1994).

Film no. 1 di IMDb dari 250 film terbesar (The Internet Movie Database). Salahsatu film terbaik pilihan Roger Ebert. Film paling inspiratif di dunia.

Kalau polling didasarkan murni atas pendapat penonton, inilah juaranya. Dalam poll populer ”IMDb” yang dianggap paling mewakili pendapat umum, film ini menjadi nomor satu mengalahkan 250 film-film terbaik lainnya. Nomor 2-nya adalah ”The Godfather”.

3. Seven Samurai (1954).

Film yang dikagumi Spielberg, George Lucas (Star Wars), dan Scorsese.

Karya besar Akira Kurosawa yang spektakuler bahkan mempengaruhi sutradara-sutradara terbesar lainnya, seperti Steven Spielberg, George Lucas, dan Scorsese. Dan karyanya yang terbaik adalah ”Seven Samurai”.

Ceritanya sebuah desa petani sering didatangi gerombolan perampok yang jahat. Dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu sang tetua desa meminta warganya mencari bantuan dari samurai-samurai di kota. Para samurai yang berani, kuat, tapi harus mau dibayar murah karena desa itu miskin. Apakah mungkin?

Ternyata, mereka malah mendapatkan 7 samurai terbaik, para ksatria sejati yang akan bertempur semata-mata demi membela kebenaran. Tujuh samurainya masing-masing mempunyai karakter spesial.

Ada Kambei sang pemimpin yang tegas, Gorobei yang jago panah, Kyuzo yang pendiam tapi mematikan, Heihachi yang selalu ceria, ada yang masih muda, dan ada yang setengah gila tapi ternyata bijaksana, namanya Kikuchiyo (diperankan Toshiro Mifune, aktor besar Jepang). Sangat seru dan menyenangkan.

4. Schindler’s List (1993).

Pemenang 7 Oscar termasuk “Best Picture” dan “Best Director” (1993). Film terbaik Spielberg.

Berlatar Perang Dunia II. Bagaimana seorang pengusaha oportunis, Oscar Schindler, yang paling tidak punya perasaan di dunia, berubah menjadi malaikat yang berjuang demi menyelamatkan sesamanya? Salahsatu tokoh antagonisnya, Amon Goth sang perwira Nazi dianggap sebagai salahsatu karakter paling mengerikan dalam sejarah film. Salahsatu film terbaik Spielberg.

5. Godfather (1972).

Film terbaik sepanjang masa versi majalah ”Empire”. No.2 dalam ”AFI 100” setelah ”Citizen Kane”. No.2 dalam survei “IMDb 250”. Mendapat Oscar “Best Picture” dan “Best Actor” Marlon Brando, dan “Best Adapted Screenplay” Mario Puzo.

Film gangster terbaik dan paling brutal. Pemerasan, penipuan, pembunuhan, penculikan, apa saja dilakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan, Kekuasaan atas seluruh dunia kejahatan.

Inilah kisah kehidupan keluarga Mafia terkuat yang jahat dan sangat teroganisir, keluarga Corleone. Penuh intrik, tipu daya, dan mematikan. Pemeran utamanya antara lain Marlon Brando dan Al Pacino.

Akting Brando sebagai sang Godfather berhasil memenangkan Oscar dan menjadi salahsatu ikon terpenting dalam sejarah sinema.

6. 2001 : Space Odyssey (1968).

Film sains-fiksi terbaik no. 1 AFI dan ”Online Film Critics Society”.

Film yang super metafisikal. Tentang manusia, kemajuan, dan apa ujung dari semuanya.

Dianggap revolusioner di zamannya dan sekarangpun anda akan menemukan adegan-adegan paling spektakuler dalam sejarah sinema.

Anda bisa melihat momen imajiner dimana kera-kera primitif pertamakalinya melihat sebuah benda yang begitu asing, seperti dari luar angkasa, yang memprovokasi mereka menjadi makhluk berkecerdasan, dan menghasilkan ”teknologi” pertama. Adegan langsung meloncat ke abad ruang angkasa, tahun 2001, dan kita ikut dalam perjalanan ruang angkasa yang menakjubkan dengan pesawat masa depan menuju Space Station 5.

Stanley Kubrik mempersembahkan khayalan masa depan yang detail dan visioner, bahkan untuk ukuran sekarang. Dan tentu juga petualangan spiritual manusia, dari zaman primitif, masa penguasaan luar angkasa, sampai akhirnya umat manusia akan ”terlahir kembali”, sebagai sebuah entitas galaktik mungkin?

7. Star Wars : The Empire Strikes Back (1980).

Film terbaik dari seluruh seri Star Wars. 4 Bintang dari Roger Ebert.

Star Wars adalah salahsatu serial film terbaik di dunia, dan “Empire” adalah yang terbaik dan paling provokatif dari semuanya. Endingnya dianggap sebagai salahsatu ending yang paling mengejutkan dalam sejarah film ketika Darth Vader mengatakan kepada Luke Skywalker siapa jati dirinya yang sebenarnya.

8. Rocky (1976).

10 Nominasi Oscar, dan memenangkan 3 termasuk ”Best Picture” dan ”Best Director”. Dibuat dengan biaya hanya US$ 1 Juta dan mendapat US$ 117 Juta.

Film terbaik Academy Awards ini ceritanya ditulis sendiri oleh Silvester Stallone. Jadi Stallone bukan sekedar aktor laga berotot besar, tapi juga penulis cerita sekelas Oscar.

Cerita seorang underdog yang selalu menarik, seseorang yang tidak pernah diperhitungkan, dan sering disepelekan. Rocky, si petinju amatiran dari sebuah kota kecil ingin mencoba-coba mengalahkan sang juara tinju dunia? Sepertinya tidak mungkin. Tapi dia mendapat kesempatan sekali seumur hidup, dan berjuang sedemikian kerasnya sampai kekuatannya berlipat ganda.

(Naskah “Rocky” yang menjadikan si penulisnya ini menjadi bintang ditulis hanya dalam 3 hari, Empire mag. Oktober 2005)

9. The Lord Of The Rings : Fellowship of The Rings (2001).

Pemenang 4 Oscar 2002 termasuk ”Best Picture”. Film fantasi terbaik no.2 sepanjang masa versi AFI (no. 1 adalah Wizard of Oz, 1939). Salahsatu film tersukses secara finansial (US$ 870 juta di seluruh dunia) yang sekaligus banyak mendapat award.

Film pertama, dan terbaik dari seri ”The Lords of The Rings”. Adegan prolognya “The Last Alliance of Elves and Men”, dan ketika para ksatria berada di kedalaman Moria dan berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan disana benar-benar menakjubkan. Film ini menjadikan Peter Jackson, yang sebelumnya nyaris tidak dikenal, menjadi salahsatu orang paling berpengaruh di Hollywood setara Spielberg, Lucas, dan Cameron.

10. Lawrence of Arabia (1962).

Pemenang 7 Piala Oscar. Karya besar David Lean yang dianggap “The Master” oleh Steven Spielberg.

Steven Spielberg menyebut film ini sebagai “Miracle”. Karya besar David Lean ini adalah salahsatu film paling heroik dalam sejarah film yang juga dikagumi George Lucas dan Martin Scorsese.

Lawrence cuma tentara muda biasa, sebenarnya cerdas, tapi agak nakal, suka bertingkah seenaknya, dan malah senang melawan atasannya sendiri. Atasannya iseng menugaskannya ke Arabia untuk sebuah tugas, atau sekedar ingin mengusirnya.

Tugasnya, membujuk para kepala suku Arab untuk memberontak melawan tentara Turki yang berpersenjataan jauh lebih modern di pusat kekuatannya di Aqaba.

Karena kejujuran dan kenekatannya, Oren (baca: Lawrence) menjadi dikagumi dan dihormati orang-orang Arab itu. Ia akhirnya berhasil mempersatukan para penguasa padang pasir untuk memulai perang yang dianggap mustahil dimenangkan.

(Bahkan Steven Spielberg menganggap David Lean adalah ”The Master”).

By: Kaskus.us